Redaksi, MITRAJATIM.COM - Ikhlas adalah inti dari setiap amal seorang muslim. Tanpa keikhlasan, amal sebesar apa pun tidak akan bernilai di sisi Allah. Banyak orang berbuat kebaikan, tapi tidak semuanya diterima oleh Allah SWT, karena niat di balik amal itu tidak murni. Oleh karena itu, penting bagi kita memahami ciri-ciri orang yang ikhlas dalam beramal agar dapat menilai diri sendiri: apakah amal kita dilakukan semata karena Allah, atau masih bercampur dengan keinginan duniawi seperti pujian dan pengakuan dari manusia
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang ciri-ciri orang yang ikhlas dalam beramal, dilihat dari sudut pandang Islam, berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadits, dan nasihat para ulama. Dengan memahami tanda-tandanya, kita bisa memperbaiki niat dan memurnikan amal agar lebih diridhai oleh Allah SWT.
Tidak Mencari Pujian atau Pengakuan dari Manusia
Salah satu ciri-ciri orang yang ikhlas dalam beramal adalah tidak mencari pujian dari manusia. Ia beramal semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Orang yang ikhlas tidak peduli apakah orang lain mengetahui amalnya atau tidak, bahkan ia lebih senang jika amalnya tidak diketahui siapa pun agar terhindar dari riya.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
"Mereka memberi makan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan, (seraya berkata), 'Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah; kami tidak menghendaki balasan dan terima kasih dari kamu.'” (QS. Al-Insan: 8-9).
Ayat ini menggambarkan dengan jelas ciri-ciri orang yang ikhlas dalam beramal. Mereka menolong bukan karena ingin dianggap dermawan, melainkan karena cinta kepada Allah. Orang yang ikhlas tidak menunggu pujian, karena ia tahu pahala terbaik datang hanya dari Allah SWT.
Selain itu, ciri-ciri orang yang ikhlas dalam beramal juga tampak dari sikapnya yang tetap konsisten berbuat baik, meskipun tidak ada yang melihat. Ia tidak memerlukan sorotan, karena ia tahu Allah Maha Melihat segala amal, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Ciri lainnya, orang yang ikhlas tidak berubah hatinya ketika amalnya tidak dihargai. Ia tidak merasa kecewa, sebab tujuannya bukanlah manusia. Inilah bentuk keteguhan hati yang hanya dimiliki oleh orang yang benar-benar memahami makna ikhlas.
Orang seperti ini akan tetap tenang meski tidak dipuji, karena kebahagiaan sejatinya berasal dari keridhaan Allah, bukan dari pengakuan manusia. Maka, semakin kuat seseorang menjaga niatnya, semakin terlihatlah ciri-ciri orang yang ikhlas dalam beramal dalam kehidupannya sehari-hari.
Konsisten Beramal Baik Meski Tidak Dilihat Orang
Ciri-ciri orang yang ikhlas dalam beramal juga dapat dilihat dari konsistensinya dalam melakukan kebaikan, baik ketika dilihat maupun tidak dilihat oleh orang lain. Orang yang ikhlas beramal tetap melakukan hal baik di ruang sunyi, karena tujuannya bukan mencari perhatian, melainkan keridhaan Allah SWT.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa salah satu golongan yang akan mendapat naungan di hari kiamat adalah “seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, lalu tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menunjukkan bahwa ciri-ciri orang yang ikhlas dalam beramal adalah mereka yang menjaga kerahasiaan amalnya. Ia tidak mempublikasikan amalnya hanya untuk mendapatkan apresiasi, melainkan berusaha merahasiakan agar keikhlasannya tetap terjaga.
Selain itu, orang yang ikhlas selalu berusaha menjaga rutinitas kebaikan. Ia tidak menunggu suasana hati atau kesempatan tertentu untuk beramal. Kebaikan sudah menjadi bagian dari dirinya, bukan sekadar tindakan sesaat.
Ciri-ciri orang yang ikhlas dalam beramal juga terlihat dari ketenangan jiwanya. Ia tidak merasa berat beramal, karena hatinya telah terbiasa mengarahkan niat kepada Allah semata. Setiap langkahnya, setiap perbuatannya, ia lakukan dengan penuh kesadaran bahwa Allah Maha Mengetahui.
Konsistensi seperti ini tidak bisa dicapai tanpa niat yang tulus. Oleh karena itu, menjaga niat adalah kunci utama agar seseorang bisa menjadi hamba yang ikhlas dan istiqamah dalam kebaikan. (Sumitro Hadi)


Terimakasih atas tanggapan dan komentar anda, kami team Redaksi akan menyaring komentar anda dalam waktu dekat guna kebijakan komonikasi untuk menghindari kata kata kurang pantas, sara, hoax, dan diskriminasi.
Dalam jangka waktu 1x24 jam segera kami balas
Kami tunggu saran dan kritikannya, salam !!!