Dampak; 'Kepercayaan Yang Ternodai"

PIMRED
Publiser ~
0
MITRAJATIM.COM
- Kepercayaan yang ternodai merupakan runtuhnya rasa percaya serta keyakinan akibat ketersinggungan karena menyepelehkan orang yang dipercaya, sehingga komitmen menjadi luntur disebabkan ungkapan yang berulang kali dilontarkan menyinggung harkat dan perasaan membuat kecewa serta kesedihan mendalam.

Seseorang yang tadinya membantu dan membela karena kedekatan, kini menjadi luntur disebabkan ungkapan yang merogoh harkat diri, sesuatu yang berbahaya adalah; seseorang tersebut bila tanpa kendali bisa mengungkap, yang tadinya dialihkan dan  ditutup-tutupi, "itu yang berbahaya".

Merujuk pada situasi di mana pembelaan atau argumen pembelaan pada seseorang kehilangan legitimasi hukum maupun moral, sering kali disebabkan oleh perjuangan yang ternodai, dari sisi waktu dan tenaga atau melampaui batas kewajaran (noodweer exces)..

Pemulihannya membutuhkan kesadaran dan pengakuan kesalahan secara jujur, pertanggungjawaban penuh, serta pembuktian melalui tindakan positif yang konsisten untuk membangun kembali akuntabilitas.

Merasa benar adalah hak, namun bisa ternodai jika melampaui batas (noodweer exces). Ini terjadi ketika seseorang membela diri akibat guncangan jiwa yang hebat, namun tindakan pembanding dari orang yang belum tentu sehati, hal yang berlebihan percaya karena masukan dan penilaian dari orang lain.
Intropeksi dan evaluasi diri: "berfikirlah yang jernih, dari pada beresiko di kemudian hari" 
Keyakinan serta doa yang dipanjatkan belum tentu terkabulkan karena tindakan.
Lain halnya dengan permohonan maaf dan ampunan pada Yang Kuasa atas kesalahan.
Tentu dan pasti diterima.

Dalam hidup ini, manusia seringkali dihadapkan pada banyak tantangan. Namun, penting bagi kita untuk tetap optimis dan memiliki semangat yang tinggi untuk menghadapinya. Semoga tulisan ini
dapat menjadi motivasi diri agar terus memiliki kemauan untuk belajar mensyukuri apa yang sudah dimiliki dan tidak terlalu fokus pada hal-hal yang belum dicapai.

Setiap orang pasti memiliki perjuangan dan persoalan masing-masing. semoga tulisan ini juga dapat menguatkan rasa empati yang membantu memahami dan peduli pada permasalahan yang dihadapi oleh orang lain.

Percaya bahwa setiap manusia memiliki kekuatan untuk membuat perubahan yang akan menjadikan hidup lebih baik kedepan..
 
Kami berharap tulisan ini dapat menjadi pengingat agar tidak terlalu terikat pada materi dan kepentingan pribadi. Jangan lupa kita luangkan waktu untuk melayani dan membantu orang lain.

Penulis: Sumitro Hadi.
Publiser: MITRAJATIM.COM

Posting Komentar

0Komentar

Terimakasih atas tanggapan dan komentar anda, kami team Redaksi akan menyaring komentar anda dalam waktu dekat guna kebijakan komonikasi untuk menghindari kata kata kurang pantas, sara, hoax, dan diskriminasi.
Dalam jangka waktu 1x24 jam segera kami balas
Kami tunggu saran dan kritikannya, salam !!!

Posting Komentar (0)