Mengungkap Fakta di Balik Berita

Bondowoso : Petani Mengeluh Pupuk Lagkah

Bondowoso, Mitrajatim.Com - Ketua DPRD Bondowoso, H. Amhad Dhafir, mengaku banyak mendapat keluhan dari para petani terkait dengan kelangkaan pupuk. Untuk itu, dia akan membawa aspirasi masyarakat ke DPR RI, melalui anggota Fraksi PKB, Nasim khan untuk membantu mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi untuk petani.

Menanggapi kelangkaan pupuk khususnya pupuk bersubsidi yang terjadi di Kabupaten Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, menjelaskan bahwa kelangkaan pupuk di Bondowoso ini terjadi, karena pemerintah melalui Kementan (Kementerian Pertanian) telah mengurangi jatah pupuk subsidi untuk pada 2020 ini berkurang sampai 50 %.

"Saya ingin meluruskan, karena banyak pertanyaan kepada saya, apakah pupuk di Bondowoso sangat lancar? Perlu saya jelaskan bahwa pupuk di Bondowoso sama dia seperti kabupaten-kabupaten lain. Mengapa pupuk sekarang sangat langka, bukan karena tidak diurus oleh Pemerintah”. 

Pemerintah sudah berupaya, bagaimana kebutuhan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi. Yang menjadi penyebab utama adalah karena jatah pupuk dikurangi. Bondowoso pada tahun 2019 dapat jatah pupuk 37.800 ton untuk tahun ini tahun 2020 Bondowoso dapat jatah 21.750 ton, berkurang 17.000 ton”.

“Berkurang jatah pupuk berseubsidi, karena memang jatah nasional berkurang. Maka otomatis di masyarakat akan akan berkurang juga, artinya, terjadinya pengurangan kelangkaan pupuk bukan karena tidak diurus oleh pemerintah tetapi karena memang ada pengurangan secara nasional 50%, sehingga masyarakat Bondowoso sampai hari ini selalu bertanya-tanya, kapan pupuk ada pengiriman lagi?”.

Bahkan saya juga selaku ketua tim 4 Purba PCNU, bersama pengurus cabang untuk turun ke MWC-MWC NU. Yang jadi pertanyaan di setiap MWC, masyarakat sangat menjerit karena kebutuhan pupuk. Sekarang ini, musim tanam ketika sudah tidak ada pupuk lagi di Kabupaten Bondowoso. Sangat salah kalau ada orang mengatakan bahwa Bondowoso pupuk lancar, yang benar di Bondowoso pupuk sangat langka.

"Untuk meluruskan beberapa pertanyaan di masyarakat, perlu saya sampaikan faktanya memang pupuk di Bondowoso langka. Tetapi kita berharap melalui DPR-RI FPKB, Nasim Khan, dan juga mengundang beberapa distributor, Dinas Pertanian, Pupuk Kaltim dan Petrokimia. Alhamdulillah kita usahakan dan sudah ada janji kalau ada penambahan 8.700 ton. Saat ini memang sudah tidak ada di masyarakat, tidak ada di kios-kios, tidak ada di distributor.  Sudah tidak ada pupuk sama sekali”.

“Sekalipun dapat tambahan 8.700 ton, masih berkurang dibantding tahun lalu, yang pasti masyarakat akan sangat membutuhkan pupuk. Jadi sebenarnya yang terjadi bukan lancar-lancar saja, tetapi sama seperti kabupaten lain. Mudah-mudahan bisa dipahami oleh seluruh masyarakat Bondowoso," Pungkasnya.  (Sh/Red*)

Share:

No comments:

Post a Comment

Terimakasih atas tanggapan dan komentar anda, kami team Redaksi akan menyaring komentar anda dalam waktu dekat guna kebijakan komonikasi untuk menghindari kata kata kurang pantas, sara, hoax, dan diskriminasi.
Dalam jangka waktu 1x24 jam segera kami balas
Kami tunggu saran dan kritikannya, salam !!!

Iklan

- Pimred TMJ -

- Pimred TMJ -
Sumitro Hadi, SH.

Menabung Untung

- Berita Mitra Jatim -