Bantuan 200 Becak Listrik Senilai Rp4,4 Miliar di Bondowoso, GSN Ingatkan Tak Boleh Dijual

PIMRED
Publiser ~
0

Bondowoso, MITRAJATIM.COM - Bantuan becak listrik dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang disalurkan pada masyarakat di Kabupaten Bondowoso,  Bantuan tersebut khusus bagi kelompok lanjut usia (lansia) agar bisa membantu aktivitas sehari-hari.

Nanik S. Deyang Wakil Ketua Yayasan GSN, menjelaskan, becak listrik yang diberikan memiliki spesifikasi daya rendah dan ramah bagi rumah tangga penerima. Daya listriknya tidak sampai 450 watt, sehingga masih dapat digunakan di rumah dengan kapasitas listrik terbatas.

“Spesifikasinya ini listriknya tidak sampai 450 watt. Jadi kalau pun terpaksa di rumah harus menambah daya, itu hanya sebentar,” ujar Nanik, Ahad (25/1/2026).

Ia menyampaikan, ketahanan baterai becak listrik tersebut berkisar enam hingga tujuh jam, tergantung beban muatan yang digunakan. Semakin berat muatan, maka daya tahan baterai akan berkurang.

Jika muatannya berat tentu lebih cepat habis. Tapi kalau muatannya tidak terlalu berat, bisa dipakai lebih lama,” jelasnya.

Nanik juga mengungkapkan, harga satu unit becak listrik tersebut mencapai Rp22 juta. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan seri awal yang dibanderol Rp15 juta, karena adanya penyesuaian spesifikasi.

“Yang dulu spek pertama itu Rp15 juta, yang buat PT LEN. Sekarang PT Pindad sudah di-adjust jadi lebih kuat, bannya juga lebih besar, sehingga harganya Rp22 juta per unit," tuturnya.

Penyaluran becak listrik di Bondowoso, Yayasan GSN mendistribusikan sebanyak 200 unit becak listrik dengan total nilai bantuan mencapai Rp4,4 miliar. Seluruh bantuan tersebut diberikan secara gratis kepada penerima.

Becak Listrik Yang kami bawa ke Bondowoso ini totalnya 200 unit, nilainya Rp4,4 miliar, dan ini diberikan gratis,” tegas Nanik.

"Lebih lanjut, Nanik menekankan adanya sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi oleh penerima bantuan. Becak listrik tersebut tidak boleh diperjualbelikan, dipindahtangankan, disewakan, maupun dimodifikasi di luar spesifikasi standar yang telah ditetapkan.

“Becak listrik ini tidak boleh dijual, tidak boleh dialihkan ke orang lain, tidak boleh disewakan, dan tidak boleh dimodifikasi. Bantuan ini murni untuk membantu mobilitas penerima, khususnya para lansia,” tegasnya.

Untuk perlengkapan keselamatan, helm tidak termasuk dalam paket bantuan dan harus disediakan secara mandiri oleh penerima," imbuh Nanik.

Bentuk bantuan becak listrik dari Yayasan GSN ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian lansia serta membantu aktivitas ekonomi ringan tanpa membebani penerima secara finansial. (Sh-MJ)

Posting Komentar

0Komentar

Terimakasih atas tanggapan dan komentar anda, kami team Redaksi akan menyaring komentar anda dalam waktu dekat guna kebijakan komonikasi untuk menghindari kata kata kurang pantas, sara, hoax, dan diskriminasi.
Dalam jangka waktu 1x24 jam segera kami balas
Kami tunggu saran dan kritikannya, salam !!!

Posting Komentar (0)