Oleh : Sumitro Hadi.
Hipotesis lain beranggapan bahwa waktu yang kita alami tergantung pada jumlah informasi baru yang kita serap. Dengan banyaknya stimulus baru, otak kita membutuhkan waktu lebih lama untuk memroses informasi sehingga periode waktunya terasa makin panjang untuk bisa melakukan sesuatu.
Untuk melengkapi penjelasan "persepsi gerak lambat" yang seringkali disampaikan pada waktu sebelum terjadinya peristiwa. Kondisi tidak biasa berarti ada banyak informasi baru yang datang untuk memeriksa semua yang terjadi.
Kenyataannya, ketika dihadapkan dengan situasi-situasi baru, otak kita merekam lebih banyak memori secara detail, sehingga penghimpunan informasi dari kejadian tersebut terasa lebih lambat dari kejadiannya itu sendiri.
Tapi bagaimana hal tersebut menjelaskan kelanjutan, semakin singkatnya waktu terasa seiring bertambahnya masalah? Hipotesis yang mungkin adalah semakin banyak masalah, semakin kita mendiamkan kondisi, 'kerap berkumpul untuk rapat" tetapi tidak ada hasil yang didapat.
Pada akhirnya kita tidak menyadari terkait aspek detail dari lingkungan kerja, atau tempat beraktivitas, sehingga kurangnya proses penyerapan informasi baru tentang lelang, keputusan itu tergantung pengkodisian dan keputusan, berharap endingnya ttak mengecewakan. (Red-MJ).


Terimakasih atas tanggapan dan komentar anda, kami team Redaksi akan menyaring komentar anda dalam waktu dekat guna kebijakan komonikasi untuk menghindari kata kata kurang pantas, sara, hoax, dan diskriminasi.
Dalam jangka waktu 1x24 jam segera kami balas
Kami tunggu saran dan kritikannya, salam !!!