-->

BREAKING NEWS !!!

PEMBUKAAN TENARU GAMES NAMPAK SEMARAK

                                                                      Foto : Mitra Jatim Gresik, MITRAJATIM.COM - Pembukaan Tenaru Gemes  d...

Aksi Tolak Omnibus Law di Gresik Berujung Bentrok

Aksi Tolak Omnibus Law di Gresik Berujung Bentrok


Gresik, Mitra Jatim.Com
Ratusan mahasiswa yang melakukan aksi penolakan Omnibus Law di Kabupaten Gresik terjadi bentrok dengan aparat kepolisian," (16.10/2020).

Ada satu peserta aksi sempat diamankan oleh aparat meski kemudian dilepaskan kembali.

Sejumlah mahasiswa dari organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Gresik semula melakukan aksi demo secara damai.

"Wakil Bupati Gresik Moh Qosim sempat menemui pendemo, ia menyepakati tuntutan mahasiswa yang menolak Omnibus Law karena dianggap merugikan buruh. Bahkan ia menandatangani Fakta integritas yang disediakan oleh demonstran. Namun di sini letak pemincu bentroknya.

Pemkab Gresik menolak memberikan stempel kelembagaan terhadap dokumen yang diajukan mahasiswa sehingga membuat demontran kecewa dan melakukan pemblokiran jalan.

Aksi blokir jalan ini membuat polisi kuater, karena bisa mengakibatkan jalanan menuju Kota Gresik dalam hitungan menit akan macet total, polisi akhirnya berhasil mendesak mundur para demonstran yang memblokir jalan.

Selanjutnya salah seorang demonstran sempat diamankan dan dibawa keluar barisan peserta aksi itu sempat mendapat bogem dari aparat.

"Kontributor Mitra Jatim.Com sempat dilarang mengambil gambar aksi oleh polisi yang berpakaian sipil, bahkaan sempat bicara keras. Sementara itu Korlap Aksi Nasihul Amin menuturkan, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemerintah pusat yang ingin mengesahkan UU Omnibus Law.

"Mahasiswa menilai Omnibus Law syarat akan kepentingan pemodal".

"Dampaknya ini sangat besar, seperti PKh makin dipermudah, nilai upah akan berkurang karena UMK dihilangkan, mencabut semua saksi pidana bagi pengusaha jadi saksi administrasi, sistem pendidikan fokus untuk kebutuhan industri dan ijasah bergelar palsu bisa dibeli dan tidak disanksi pidana," ungkap Nasihul.

Disinggung soal bentrokan pihaknya menuturkan kecewa dengan aparat polisi, pasalnya salah satu dari massa pendemo menjadi korban kekerasan polisi. Padahal mahasiswa datang ke kantor Pemerintahan Kabupaten Gresik untuk menyuarakan kekecewaan kaum buruh.

"Salah satu kordinator lapangan menyampaikan ; Kami akan tetap beraksi sampai tuntutan kami tercapai," Pungkasnya. (Lia/Mat*)

0 Response to "Aksi Tolak Omnibus Law di Gresik Berujung Bentrok"

Posting Komentar

Terimakasih atas tanggapan dan komentar anda, kami team Redaksi akan menyaring komentar anda dalam waktu dekat guna kebijakan komonikasi untuk menghindari kata kata kurang pantas, sara, hoax, dan diskriminasi.
Dalam jangka waktu 1x24 jam segera kami balas
Kami tunggu saran dan kritikannya, salam !!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel