Bunyi gamelan bertalu-talu mengiringi para tamu yang hadir, suasana guyub dan nampak semarak, didominasi nada slendro dan pelog, iramanya lambat dan terstruktur (siklus gongan), menciptakan suasana tenang, sakral, serta melambangkan keselarasan hidup. Instrumen seperti gong ageng, kenong, kendang, dan saron berpadu menghasilkan suasana sakral.
Gamelan Jawa berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai simbol keharmonisan dan memberikan ketenangan batin bagi yang melihat dan mendengarkan dengan suasana hati yang penuh kedamaian.
Senada dengan acara tersebut terkesan menyampaikan pesan moral, etika, budi pekerti, dan nilai-nilai kehidupan leluhur kita yang baik melalui karakter dan jalan cerita serta sejarah dimasa lalu.
Bapak Mistono, selaku panitia sekaligus mewakili masyarakat menyampaikan beberapa agenda susunan dalam acara Uri-uri budaya leluhur dengan doa bersama (Barik'an) semoga kita dan masyarakat desa Tenaru diberi keselamatan, dan keberkahan..
Seiring dengan acara yang telah disusun, Bapak Mistono menyampaikan; Jangan sampai dilupakan bahwa nanti malam dilanjutkan dengan pertunjukan Pagelaran Wayang Kulit dengan Dalang Ki Tedjo Sulistiyo dan Bintang tamu Dalang Legendaris Ki Surwedi.~~ Bersambung. (Ponidi - MJ)




Terimakasih atas tanggapan dan komentar anda, kami team Redaksi akan menyaring komentar anda dalam waktu dekat guna kebijakan komonikasi untuk menghindari kata kata kurang pantas, sara, hoax, dan diskriminasi.
Dalam jangka waktu 1x24 jam segera kami balas
Kami tunggu saran dan kritikannya, salam !!!