Pihak korban melaporkan agar proses hukum ini tetap ditindak lanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku, dengan harapan kedepan menjadi pelajaran supaya tidak terulang kembali.
Orang tua korban AB, melakukan pelaporan di Unit pelayanan perempuan dan anak (PPA) Mapolres Bondowoso.
"Kasus bermula dari seorang murid AZ berselisih faham dengan salah seorang temannya yang hendak melakukan kegiatan olahraga di alun-alun Bondowoso, tepatnya hari Rabu 13 Mei 2026, terjadi perselisihan antar murid, maklum namanya anak anak.
Pesisihan tersebut dilerai, murid yang berinisial AZ ini dipegang ditarik kedalam ruang kelas oleh oknum guru RJA dan dibawa ke ruangan kepala sekolah yang kebetulan kosong," tuturnya.
Disitulah mulut AZ ditarik sama oknum guru RJA,dan pengakuan AZ dilakukan hingga 3kali sampai gusi si murid ini mengeluarkan darah karena kuku si guru ini sempat masuk mengenai gigi murid tersebut," katanya.
Menurutnya sangat kasar, bukan hanya itu, si oknum guru ini juga mengeluarkan kata kata kasar, si murid ini cuma bisa nangis menahan rasa kesal.
Tak sampai disitu, ia bercerita bagian perut AZ juga dipukul oleh guru tersebut (ceritanya) sebenarnya AZ ingin keluar dari ruangan itu, namun dihalangi dan diperbolehkan keluar,.meski AZ ini haus ingin minum..
Meski waktu itu ada pembagian MBG, si murid ini tidak kebagian jatah makanan "katanya"..
selang beberapa waktu yang kebetulan kakak AZ dipanggil temannya disuruh guru RJA untuk menengok adiknya yang waktu itu cuma bisa nangis, dan bilang ,"lihat!.biar kamu tahu kalau adikmu seperti itu," Ucap RJA.
Orang tua murid, mendengar kesaksian anaknya siang itu langsung dibawa kembali ke sekolahnya yang kebetulan ketemu kepala sekolah dan ketua komite sekolah, yang memang sudah menunggu, karena persoalan sebelumnya, bahwa si AZ atas laporan salah satu wali murid yang mengatakan bahwa AZ memegang bagian dada salah satu murid siswi teman skelasnya,
Sampai disana akhirnya ketua komite dan kepala sekolah memberi klarifikasi bahwa itu salah faham dan sudah diluruskan ketua komite sekolah mengakui kesalahannya dan minta maaf kepada orang tua AZ.
Masalah yang kemarin sudah clear, katanya.seperti melempar tanggung jawab sebagai kepala sekolah, bahwa murid AZ melakukan pelecehan, sebelumnys akan dilaporkan pencemaran nama baik oleh orang tua wali murid.
Sebenarnya orangtua AZ sudah legowo, akan tetapi kasus yang terjadi hari ini,hari Rabu 13 mei 2026 soal penganiayaan putranya yang tidak bisa diterima dan dilaporkan ke pihak Kepolisian dan sudah dilakukan visum di rumah sakit Bhayangkara.
Sembari menunggu hasil proses selanjutnya, orang tua wali murid tersebut berharap hukum harus ditegakkan, Pungkasnya. (Tim - MJ).

.jpeg)
hati2 membuat berita jgn sepihak,tentang slh satu guru sd skotsa yg di headline menganiaya slh1 murid.anda belum tau kejadian detail spt apa,sy walmur yg kebetulan 1 kelas dgn anak yg di berita anda narasikan sbg korban,crt & fakta dilapangan tdk seperti itu saksi peristiwa ini tdk 1 atau 2 org tp 1 kelas & hampir 1 skolah,jika nti terbukti bohong,media anda hrus mempertnggung jawabkan
BalasHapusHati hati membuat berita tentang salah 1 guru di SDN Kota Kulon yang dituduh menganiaya salah 1 murid. Anak saya 1 kelas dengan anak yang diberitakan sebagai "korban" Dan faktanya di kelas anak yang diberitakan sebagai "korban" Yang suka membuat ulah dan suka memfitnah! Hati hati kalau sampai berita ini bohong, media anda harus berani bertanggung jawab atas berita yang tidak benar.
BalasHapusHati hati membuat berita, yg katanya guru sekolah skotsa menganiaya salah satu muridnya, sebelum mmbuat berita baiknya cari info yg benar, sy jga salah satu walimurid dsna, anak sy bhkan satu kls sm yg katanya " korban" pdahal kenyataan dlpangan justru anak2 yg lain yg jd korban karna kelakuan anak tsb, kl terbukti berita ini mengada2 siap2 media mmpertanggung jawabkan.
BalasHapusBerita tidak sesuai fakta yang ada,hati2 dalam membuat berita.
BalasHapusBenar2 berita yg memutar balikkan fakta.... sumber beritanya hanya satu sisi . Harusnya ada pertanyaan.. kenapa si anak di bawa ke ruang kepsek padahal itu jam belajar. Di ulik juga kasus2 si anak selama bersekolah... jgn karna guru mengambil tindakan atas kelakuan si anak lalu di anggap kekerasan.
BalasHapusAnak itu dr klas 1 sd kelas 4 mmng biang kerok, gak d kelas yg g gangguin, dteriakin, dludahin, dmki2, bkin berita yg benar, kroscek dlapangan sperti apa. Guru itu nenangin krna kmrin anak itu ngamuk2 ke aank kelas lain. Bner2 berita gak bner ini media.
BalasHapusMedia anda harus bertanggung jawab jika berita ini tidak benar. Pencemaran nama baik kpd guru dan sekolah. Saya wali murid 1 kelas dg yg dikatakan "korban", yg seharusnya istilah korban itu disematkan bagi kami Siswa dan sekolah
BalasHapusBerita yang hanya berdasar sepihak...coba tanyak lgsg ke sekolahnya dan teman teman kelasnya...apa sebenarnya yang terjadi...pasti kalian semua akan kaget dan menyesal
BalasHapusini berita apa dongeng, faktanya dilapangan tidak seperti ini, hati hati pencemaran nama baik nanti menyesal..
BalasHapusKok yo merasa disakiti padahal yg bikin ulah ya anak tersebut,anak saya pernh JD korban dijambak dan dipukul dn dibangku diludahin.sunguh tidak wajar prilakunya,klo LG tantrum ngomong kasar sasarnya ya anak2.
BalasHapusKadang AZ duluan yang gangguin giliran di tegur sama temennya dia bilang. AZ: bacot kamu diam kamu jangan ikut campur. Katanya AZ saya adalah teman sekelasnya kadang AZ mengucapkan kata-kata kasar kepada guru kelas seperti ucapan bangsat bajingan dan alat kelamin
BalasHapusHati hati kallau membuat berita
BalasHapusTolong d kroscek dulu
Faktanya anak saya d ludai
Gurupun D kata katin bang*at anj*ing dll
Dia sering berkata kotor kpda guru
Sungguh meresahkan
Dia setiap hari teriak2 tantrum
Disini saya sebagai org tua sangat terganggu dengan kelakuannya setiap hari
Anak saya setiap hari selalu ngadu kalo sering mukul teman2nya
Ceritanya kok tidak sesuai dengan kejadian??
BalasHapusTulisan anda bisa dilaporkan, jika tidak sesuai dengan fakta yang sebenernya.... Pling tidak sebelum di angkat menjadi berita konfirmasi dulu ke pihak sekolah jangan hanya sepihak.
BalasHapusSepertinya media ini perlu disomasi dan dilaporkan atas pencemaran nama baik, karena menuliskan berita yang tidak benar
BalasHapusmedia menulis berdasarkan fakta
Hapussaya sebagai orang media tersinggung sekali dengan kata2 ini.
ini salah satu bentuk teror & intimidasi kepada awak media, harusnya anda baca UU tentang pers
Salah fatal ini berita bilangnya tdk dpt jatah makanan dr sekolah pdhal kata anak sy si AZ ne msuk kelas membawa ompreng diikuti guru guru hanya saja tidak dimakan justru ngamuk kembali dikelas
BalasHapusHoaks lahir bukan karena kurangnya informasi, tapi karena banyak orang malas memeriksa kebenaran. Menyebarkan berita tanpa cek fakta sama saja ikut menjadi penyebar kebohongan. Jangan jadikan jempol lebih cepat daripada pikiran.”
BalasHapusJangan langsung percaya dan menyebarkan berita sebelum memastikan kebenarannya. Berita hoaks bisa menyesatkan, memecah belah, dan merugikan banyak orang. Bijaklah dalam menggunakan media sosial dengan selalu cek fakta dari sumber terpercaya.
BalasHapusMeludah lah ditempat yg bersih agar tdk kotor di saat kau menjilatnya kembali!
BalasHapusnamax ludah tdk dijilat lg
HapusSaya pada hari rabu melihat langsung anak tsb dibawa guru ke sekolah karena anak tersebut tantrum triak2, dan memberontak, dan itu sudah sering, bahkan saat kelas 3 anak saya pernah dipukul dadanya oleh anak tsb, namun tidak sampai visum, mohon maaf sepertinya memang anak tsb yang membutuhkan penanganan kusus.
BalasHapusKadang anak kecil tidak selalu berkata jujur kepada orang tuanya karena adanya tekanan dan ketakukan sehingga menyalahkan orang lain, apalagi memang anaknya yang sepertinya membutuhkan perhatian kusus, sering tantrum, memukul temannya, dan menangis triak2, orang tua juga harus memeriksa kebenarannya, jangan hanya melihat dr omongan anaknya saja, karwna anak saya pernah dipukul oleh anak tsb.
BalasHapussemoga pihak kepolisian profesional dalam menangani kasus ini..dan mendapatkan keadilan bagi anak itu
BalasHapuskalau lihat komentar diatas rasanya anak itu selalu disalahkan(disudutkan)
Hapussaya pribadi kasihan ke anak itu,yg dibilang tantrum.kita tidak boleh menjustice seseorang apalagi menyangkut kesehatannya,karena kita bukan dokter
saya doakan keadilan buat anak tsbkarena saya sendiri sebagai orang tua jg punya anak
ono opo maneh ning kota Bondowoso cak...
BalasHapuslanjutkan cak semua jurnalis mendukungmu,
rah usah wedi karo intimidasi
kita di Surabaya dibelakang sampean
anakku sekolah sana kelas 4 jg.
BalasHapussy rasa anak itu baik
pernah sy lupa kasih bekal uang saku ke anak sy, pulang sekolah anakku marah2 bilang mama lupa gk dikasih uang saku katanya,untung aku dibelikan kue ama zaka katanya,
kl melihat isi beritanya
BalasHapuspersoalan ini sdh dilaporkan ke pihak berwajib apalg sdh dilakukan visum,
baiknya kita tunggu sj hasilnya dari pihak berwajib
maju terus pantang mundur kang Mitro
BalasHapusjurnalis jangan takut diintimidasi
Sikat cak...
BalasHapushukum seberat beratnya biar tidak terjadi lagi kasus seperti ini dikemudian hari
BalasHapus