Salah Satu Siswa Klas IV SDN Kotakulon I Diduga Memjadi Korban Kekerasan dari Oknum Guru

PIMRED
Publiser ~
31
Bondowoso, MITRAJATIM.COM -
Permasalahan dugaan korban kekerasan Pihaak komite berupaya memediasi para pihak agar  permasalahan tersebut dapat diselasaikan secara kekeluargaan, namun pihak korban  tetap besih kukuh untuk melaporkan dan diproses secara hukum.

Pihak korban melaporkan agar proses hukum ini tetap ditindak lanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku, dengan harapan kedepan menjadi pelajaran supaya tidak terulang kembali.
    
Orang tua korban AB, melakukan pelaporan di Unit pelayanan perempuan dan anak  (PPA) Mapolres Bondowoso.

"Kasus bermula dari seorang murid AZ berselisih faham dengan salah seorang temannya yang hendak melakukan kegiatan olahraga di alun-alun Bondowoso, tepatnya hari Rabu 13 Mei 2026, terjadi perselisihan antar murid, maklum namanya anak anak.

Pesisihan tersebut dilerai, murid yang berinisial AZ ini dipegang ditarik kedalam ruang kelas oleh oknum guru RJA dan dibawa ke ruangan kepala sekolah yang kebetulan kosong," tuturnya.

Disitulah mulut AZ ditarik sama oknum guru RJA,dan pengakuan AZ dilakukan hingga 3kali sampai gusi si murid ini mengeluarkan darah karena kuku si guru ini sempat masuk mengenai gigi murid tersebut," katanya.

Menurutnya sangat kasar, bukan hanya itu, si oknum guru ini juga mengeluarkan kata kata kasar, si murid ini cuma bisa nangis menahan rasa kesal.

Tak sampai disitu, ia bercerita bagian perut AZ juga dipukul oleh guru tersebut (ceritanya) sebenarnya AZ ingin keluar dari ruangan itu, namun dihalangi dan diperbolehkan keluar,.meski AZ ini haus ingin minum..

Meski waktu itu ada  pembagian MBG, si murid ini tidak kebagian jatah makanan "katanya"..
selang beberapa waktu yang kebetulan kakak AZ dipanggil temannya disuruh guru RJA untuk menengok adiknya yang waktu itu cuma bisa nangis, dan bilang ,"lihat!.biar kamu tahu kalau adikmu seperti itu," Ucap RJA.

Orang tua murid, mendengar kesaksian anaknya siang itu langsung dibawa kembali ke sekolahnya yang kebetulan ketemu kepala sekolah dan ketua komite sekolah, yang memang sudah menunggu, karena persoalan sebelumnya, bahwa si AZ atas laporan salah satu wali murid yang mengatakan bahwa AZ memegang bagian dada salah satu murid siswi teman skelasnya,

Sampai disana akhirnya ketua komite dan kepala sekolah memberi klarifikasi bahwa itu salah faham dan sudah diluruskan ketua komite sekolah mengakui kesalahannya dan minta maaf kepada orang tua AZ.

Masalah yang kemarin sudah clear, katanya.seperti melempar tanggung jawab sebagai kepala sekolah, bahwa murid AZ melakukan pelecehan, sebelumnys akan dilaporkan pencemaran nama baik oleh orang tua wali murid.

Sebenarnya orangtua AZ sudah legowo, akan tetapi kasus yang terjadi hari ini,hari Rabu 13 mei 2026 soal penganiayaan putranya yang tidak bisa diterima dan dilaporkan ke pihak Kepolisian dan sudah dilakukan visum di rumah sakit Bhayangkara.

Sembari menunggu hasil proses selanjutnya, orang tua wali murid tersebut berharap hukum harus ditegakkan, Pungkasnya. (Tim - MJ).





Posting Komentar

31Komentar

Terimakasih atas tanggapan dan komentar anda, kami team Redaksi akan menyaring komentar anda dalam waktu dekat guna kebijakan komonikasi untuk menghindari kata kata kurang pantas, sara, hoax, dan diskriminasi.
Dalam jangka waktu 1x24 jam segera kami balas
Kami tunggu saran dan kritikannya, salam !!!

  1. hati2 membuat berita jgn sepihak,tentang slh satu guru sd skotsa yg di headline menganiaya slh1 murid.anda belum tau kejadian detail spt apa,sy walmur yg kebetulan 1 kelas dgn anak yg di berita anda narasikan sbg korban,crt & fakta dilapangan tdk seperti itu saksi peristiwa ini tdk 1 atau 2 org tp 1 kelas & hampir 1 skolah,jika nti terbukti bohong,media anda hrus mempertnggung jawabkan

    BalasHapus
  2. Hati hati membuat berita tentang salah 1 guru di SDN Kota Kulon yang dituduh menganiaya salah 1 murid. Anak saya 1 kelas dengan anak yang diberitakan sebagai "korban" Dan faktanya di kelas anak yang diberitakan sebagai "korban" Yang suka membuat ulah dan suka memfitnah! Hati hati kalau sampai berita ini bohong, media anda harus berani bertanggung jawab atas berita yang tidak benar.

    BalasHapus
  3. Hati hati membuat berita, yg katanya guru sekolah skotsa menganiaya salah satu muridnya, sebelum mmbuat berita baiknya cari info yg benar, sy jga salah satu walimurid dsna, anak sy bhkan satu kls sm yg katanya " korban" pdahal kenyataan dlpangan justru anak2 yg lain yg jd korban karna kelakuan anak tsb, kl terbukti berita ini mengada2 siap2 media mmpertanggung jawabkan.

    BalasHapus
  4. Berita tidak sesuai fakta yang ada,hati2 dalam membuat berita.

    BalasHapus
  5. Benar2 berita yg memutar balikkan fakta.... sumber beritanya hanya satu sisi . Harusnya ada pertanyaan.. kenapa si anak di bawa ke ruang kepsek padahal itu jam belajar. Di ulik juga kasus2 si anak selama bersekolah... jgn karna guru mengambil tindakan atas kelakuan si anak lalu di anggap kekerasan.

    BalasHapus
  6. Anak itu dr klas 1 sd kelas 4 mmng biang kerok, gak d kelas yg g gangguin, dteriakin, dludahin, dmki2, bkin berita yg benar, kroscek dlapangan sperti apa. Guru itu nenangin krna kmrin anak itu ngamuk2 ke aank kelas lain. Bner2 berita gak bner ini media.

    BalasHapus
  7. Media anda harus bertanggung jawab jika berita ini tidak benar. Pencemaran nama baik kpd guru dan sekolah. Saya wali murid 1 kelas dg yg dikatakan "korban", yg seharusnya istilah korban itu disematkan bagi kami Siswa dan sekolah

    BalasHapus
  8. Berita yang hanya berdasar sepihak...coba tanyak lgsg ke sekolahnya dan teman teman kelasnya...apa sebenarnya yang terjadi...pasti kalian semua akan kaget dan menyesal

    BalasHapus
  9. ini berita apa dongeng, faktanya dilapangan tidak seperti ini, hati hati pencemaran nama baik nanti menyesal..

    BalasHapus
  10. Kok yo merasa disakiti padahal yg bikin ulah ya anak tersebut,anak saya pernh JD korban dijambak dan dipukul dn dibangku diludahin.sunguh tidak wajar prilakunya,klo LG tantrum ngomong kasar sasarnya ya anak2.

    BalasHapus
  11. Kadang AZ duluan yang gangguin giliran di tegur sama temennya dia bilang. AZ: bacot kamu diam kamu jangan ikut campur. Katanya AZ saya adalah teman sekelasnya kadang AZ mengucapkan kata-kata kasar kepada guru kelas seperti ucapan bangsat bajingan dan alat kelamin

    BalasHapus
  12. Hati hati kallau membuat berita
    Tolong d kroscek dulu
    Faktanya anak saya d ludai
    Gurupun D kata katin bang*at anj*ing dll
    Dia sering berkata kotor kpda guru
    Sungguh meresahkan
    Dia setiap hari teriak2 tantrum
    Disini saya sebagai org tua sangat terganggu dengan kelakuannya setiap hari
    Anak saya setiap hari selalu ngadu kalo sering mukul teman2nya

    BalasHapus
  13. Ceritanya kok tidak sesuai dengan kejadian??

    BalasHapus
  14. Tulisan anda bisa dilaporkan, jika tidak sesuai dengan fakta yang sebenernya.... Pling tidak sebelum di angkat menjadi berita konfirmasi dulu ke pihak sekolah jangan hanya sepihak.

    BalasHapus
  15. Sepertinya media ini perlu disomasi dan dilaporkan atas pencemaran nama baik, karena menuliskan berita yang tidak benar

    BalasHapus
    Balasan
    1. media menulis berdasarkan fakta
      saya sebagai orang media tersinggung sekali dengan kata2 ini.
      ini salah satu bentuk teror & intimidasi kepada awak media, harusnya anda baca UU tentang pers

      Hapus
  16. Salah fatal ini berita bilangnya tdk dpt jatah makanan dr sekolah pdhal kata anak sy si AZ ne msuk kelas membawa ompreng diikuti guru guru hanya saja tidak dimakan justru ngamuk kembali dikelas

    BalasHapus
  17. Hoaks lahir bukan karena kurangnya informasi, tapi karena banyak orang malas memeriksa kebenaran. Menyebarkan berita tanpa cek fakta sama saja ikut menjadi penyebar kebohongan. Jangan jadikan jempol lebih cepat daripada pikiran.”

    BalasHapus
  18. Jangan langsung percaya dan menyebarkan berita sebelum memastikan kebenarannya. Berita hoaks bisa menyesatkan, memecah belah, dan merugikan banyak orang. Bijaklah dalam menggunakan media sosial dengan selalu cek fakta dari sumber terpercaya.

    BalasHapus
  19. Meludah lah ditempat yg bersih agar tdk kotor di saat kau menjilatnya kembali!

    BalasHapus
  20. Saya pada hari rabu melihat langsung anak tsb dibawa guru ke sekolah karena anak tersebut tantrum triak2, dan memberontak, dan itu sudah sering, bahkan saat kelas 3 anak saya pernah dipukul dadanya oleh anak tsb, namun tidak sampai visum, mohon maaf sepertinya memang anak tsb yang membutuhkan penanganan kusus.

    BalasHapus
  21. Kadang anak kecil tidak selalu berkata jujur kepada orang tuanya karena adanya tekanan dan ketakukan sehingga menyalahkan orang lain, apalagi memang anaknya yang sepertinya membutuhkan perhatian kusus, sering tantrum, memukul temannya, dan menangis triak2, orang tua juga harus memeriksa kebenarannya, jangan hanya melihat dr omongan anaknya saja, karwna anak saya pernah dipukul oleh anak tsb.

    BalasHapus
  22. semoga pihak kepolisian profesional dalam menangani kasus ini..dan mendapatkan keadilan bagi anak itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau lihat komentar diatas rasanya anak itu selalu disalahkan(disudutkan)
      saya pribadi kasihan ke anak itu,yg dibilang tantrum.kita tidak boleh menjustice seseorang apalagi menyangkut kesehatannya,karena kita bukan dokter
      saya doakan keadilan buat anak tsbkarena saya sendiri sebagai orang tua jg punya anak

      Hapus
  23. ono opo maneh ning kota Bondowoso cak...
    lanjutkan cak semua jurnalis mendukungmu,
    rah usah wedi karo intimidasi
    kita di Surabaya dibelakang sampean

    BalasHapus
  24. anakku sekolah sana kelas 4 jg.
    sy rasa anak itu baik
    pernah sy lupa kasih bekal uang saku ke anak sy, pulang sekolah anakku marah2 bilang mama lupa gk dikasih uang saku katanya,untung aku dibelikan kue ama zaka katanya,

    BalasHapus
  25. kl melihat isi beritanya
    persoalan ini sdh dilaporkan ke pihak berwajib apalg sdh dilakukan visum,
    baiknya kita tunggu sj hasilnya dari pihak berwajib

    BalasHapus
  26. maju terus pantang mundur kang Mitro
    jurnalis jangan takut diintimidasi

    BalasHapus
  27. hukum seberat beratnya biar tidak terjadi lagi kasus seperti ini dikemudian hari

    BalasHapus
Posting Komentar