Vasektomi Merupakan Jenis KB untuk Laki Laki

PIMRED
Publiser ~
0
Edukasi, MITRAJATIM.COM
 - Vasektomi adalah prosedur KB permanen pada pria yang dilakukan dengan cara memutus saluran sperma dari testis. Dengan begitu, air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi tidak lagi mengandung sperma, sehingga dapat mencegah terjadinya pembuahan.

Kita simak informasi lebih lanjut mengenai manfaat, prosedur, hingga efek samping vasektomi melalui ulasan di bawah ini; 

"Vasektomi adalah prosedur operasi steril dengan cara memotong atau mengikat vas deferens, yaitu saluran di dalam skrotum yang berfungsi untuk mengeluarkan sperma melalui uretra pada penis. Pada dasarnya, vasektomi adalah prosedur kontrasepsi permanen pada pria yang tidak berkeinginan untuk memiliki anak lagi.

Meski begitu, perlu diketahui bahwa pasien yang telah menjalani prosedur vasektomi masih bisa mengalami orgasme dan ejakulasi, namun air mani yang dikeluarkan tidak lagi mengandung sperma sehingga bisa mencegah kehamilan.

"Keunggulan Vasektomi Terdapat sejumlah keunggulan yang membuat banyak pasangan suami istri memilih untuk melakukan kontrasepsi melalui prosedur vasektomi, di antaranya;

Sangat efektif. Vasektomi adalah prosedur kontrasepsi yang memiliki tingkat keberhasilan hingga mencapai 99% untuk mencegah kehamilan.

Cenderung minim risiko dan efek samping. Tidak memengaruhi gairah dan kualitas hubungan seksual. Pria yang telah menjalani vasektomi tetap bisa mengalami ereksi, orgasme, dan ejakulasi.

Vasektomi adalah tindakan pembedahan yang dapat dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu persiapan, prosedur pelaksanaan, dan perawatan pascaprosedur. Berikut masing-masing penjelasannya.
 
Pada dasarnya, vasektomi adalah prosedur yang dapat dilakukan oleh pria dari berbagai kalangan usia. Namun, dokter umumnya tidak menyarankan pria berusia di bawah 30 tahun atau pria yang belum memiliki anak untuk menjalani prosedur ini.

Selain itu, sebelum menjalani prosedur vasektomi, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) dan pemeriksaan fisik terlebih dahulu guna mengetahui kondisi pasien secara menyeluruh. Adapun sejumlah kondisi yang perlu menjadi pertimbangan sebelum menjalani prosedur vasektomi adalah:

Terdapat luka parut atau infeksi kulit pada skrotum akibat kecelakaan. Memiliki kelainan pada organ reproduksi, seperti hidrokel atau varikokel.
Sedang mengonsumsi obat antikoagulan dan antiplatelet. Memiliki alergi terhadap anestesi lokal atau obat antibiotik.

"Setelah dipastikan layak menjalani prosedur vasektomi, dokter dapat mengarahkan pasien untuk membersihkan alat kelamin dan mencukur bulu di kantung zakar sebelum menjalani prosedur pembedahan. Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk menghindari konsumsi makanan berat pada beberapa jam sebelum menjalani prosedur vasektomi.

Secara umum, prosedur pelaksanaan vasektomi dapat dibedakan menjadi dua metode, yaitu vasektomi konvensional dan vasektomi tanpa sayatan. Berikut masing-masing penjelasannya.

Vasektomi konvensional adalah prosedur pembedahan yang dilakukan dengan membuat sayatan pada dua area, yaitu bagian bawah penis dan bagian atas skrotum. Sebelum membuat sayatan, dokter dapat memberikan bius lokal di area testis dan skrotum untuk menghilangkan rasa nyeri.

 Selama 1–2 jam setelah menjalani prosedur vasektomi, pasien masih akan merasakan efek bius di sekitar skrotum. Ketika efek bius hilang, pasien mungkin akan merasa sedikit nyeri dan bengkak di sekitar skrotum. Namun, kondisi tersebut biasanya akan menghilang dalam beberapa hari.

Guna membantu meredakan nyeri dan bengkak, dokter biasanya  menyarankan pasien untuk meletakkan kompres dingin di sekitar skrotum selama 36–48 jam pertama setelah prosedur. Pasien juga dianjurkan untuk beristirahat total dan mengenakan perban atau pakaian dalam yang ketat guna menyangga skrotum selama 48 jam pascaprosedur vasektomi.

Jika diperlukan, dokter dapat memberikan obat analgesik, seperti parasetamol untuk membantu meredakan rasa nyeri. Selain itu, sejumlah hal yang perlu dilakukan oleh pasien setelah menjalani prosedur vasektomi adalah:

Setelah mandi, disarankan untuk mengeringkan area bekas luka operasi secara perlahan.

Melakukan aktivitas ringan secara bertahap 2–3 hari setelah menjalani prosedur vasektomi.

Menghindari aktivitas fisik berat selama 3–7 hari setelah prosedur vasektomi untuk mencegah risiko perdarahan di dalam skrotum.

Tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu selama beberapa hari setelah menjalani operasi atau sampai rasa nyeri di skrotum menghilang.

Menggunakan alat kontrasepsi lain untuk mencegah kehamilan. Pascavasektomi, sperma mungkin masih tersisa di dalam saluran vas deferens hingga 15–20 ejakulasi.

Menjalani pemeriksaan setidaknya 12 minggu setelah vasektomi untuk memastikan vas deferens dan air mani telah bersih dari sperma.

Tetap melakukan praktik hubungan seksual yang sehat, seperti tidak bergonta-ganti pasangan dan menggunakan kondom. Perlu diingat, vasektomi tidak dapat mencegah terjadinya infeksi menular seksual. 

Edukasi : Sumitro Hadi.
Publiser : MITRAJATIM.COM

Posting Komentar

0Komentar

Terimakasih atas tanggapan dan komentar anda, kami team Redaksi akan menyaring komentar anda dalam waktu dekat guna kebijakan komonikasi untuk menghindari kata kata kurang pantas, sara, hoax, dan diskriminasi.
Dalam jangka waktu 1x24 jam segera kami balas
Kami tunggu saran dan kritikannya, salam !!!

Posting Komentar (0)