-->

BREAKING NEWS !!!

4 Kasun Dipecat oleh Kades di Bondowoso, Konflik Batin Internal Keluarga Pasca Pilkades

Bondowoso, mitrajatim.com   – Pemecatan empat kepala dusun oleh Kepala Desa Kasemek, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso menuai sorota...

Menelisik Keberadaan Makam Kuno, Disinyalir Penyebar Agama Islam Ratusan Tahun Silam

Menelisik Keberadaan Makam Kuno, Disinyalir Penyebar Agama Islam Ratusan Tahun Silam

GRESIK, Mitrajatim.Com - Keberadaan makam kuno yang nampak jelas terdeteksi sejak dulu adalah makam Mbah Jangguk berada di Desa Tenaru, Driyorejo, di ujung selatan Kabupaten Gresik.

Ada sesepuh yang sempat bersaksi dan bercerita pada Tim Mitra Jatim bawasanya pada jaman dulu wilayah Driyorejo ini dikenal sebagai wilayah Gunung Kendeng, di masa itu masih menjadi wilayah Surabaya, sejak tahun 70 an di daulat ikut wilayah kabupaten Gresik," Ceritanya.

"Runtut kisah, selain makam Mbah Jangguk, yang telah lama diketahui warga masyarakat setempat dan banyak pula dikunjungi sebagai tempat ber Ziarah baik warga lokal maupun warga yang datang ber Ziarah dari luar daerah.

Singkat cerita, di desa tetangga yang berbatasan dengan desa Tenaru ada makam kuno yang akrab disebut Makam R.Syayid Ambiyak yang berada di Dusun Mojokopek, Desa Mulung, keberadaan makam kuno yang sudah dirawat dan di bangun bak pendopo paseban keraton, ungkapnya" seperti yang diabadikan awak media Mitra Jatim.," Tutur Tokoh yang enggan disebut namanya.

"Bangunan yang nampak megah seperti gambar diatas merupakan bentuk rasa terimakasih warga masyarakat terhadap tokoh pembabat dan Sesepuh di era itu Syiar Agama Islam secara kebetulan sosok Sesepuh R. Syayid Ambiyak di wilayah Dusun Mojokopek, Desa Mulung, Driyorejo kabupaten Gresik.

"Anang Dwi, yang akrab di panggil (Sandut) mengatakan, Mengukir sejarah itu bukanlah hal yang mudah, semua itu butuh perjuangan dan pengorbanan yang tidak mudah dilakukan, baik pengorbanan pribadi maupun materi yang tidak bisa terukur nilainya.,"Ungkapnya.

Lebih lanjut Sandut menyampaikan, Warga masyarakat diharapkan mau mengerti, menjaga dan merawat dengan baik keberadaan makam kuno peninggalan sejarah," Tuturnya.

"Ia berharap, khususnya para pemuda yang sekarang ini budayanya sudah banyak bergeser ke tehnologi modern. itu boleh,dan tidak ada larangan, tetapi nilai luhur tentang sejarah dan nilai nilai luhur keagamaan harus tertanam pada anak cucu kita nanti. Pungkasnya. (Sumitro Hadi,SH/Tim*))

0 Response to "Menelisik Keberadaan Makam Kuno, Disinyalir Penyebar Agama Islam Ratusan Tahun Silam"

Posting Komentar

Terimakasih atas tanggapan dan komentar anda, kami team Redaksi akan menyaring komentar anda dalam waktu dekat guna kebijakan komonikasi untuk menghindari kata kata kurang pantas, sara, hoax, dan diskriminasi.
Dalam jangka waktu 1x24 jam segera kami balas
Kami tunggu saran dan kritikannya, salam !!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel